Minggu, 14 Juni 2026
AREA
"Melangkah Dengan Nurani, Menegakkan Kebenaran"
WAWANCARA EKSLUSIF

Wawancara Eksklusif Jaksa Agung: Ancaman Ransomware Terhadap Instansi Militer Dinilai Pelanggaran Etika Perang Digital

Wawancara Eksklusif Jaksa Agung: Ancaman Ransomware Terhadap Instansi Militer Dinilai Pelanggaran Etika Perang Digital
Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas, Jaksa Agung menyoroti serangkaian serangan ransomware yang telah menargetkan server data operasional militer. Ia menegaskan bahwa tindakan ini tidak hanya merupakan kejahatan cyber, tetapi telah melampaui batas menjadi pelanggaran etika perang dalam konteks digital. Penyerangan sistem yang mengandung data personel dan strategi operasi merupakan bentuk penyalahgunaan teknologi yang mengabaikan prinsip pembedaan (distinction) dalam hukum humaniter, dimana infrastruktur sipil dan militer harus dihormati. Analisis kritis mengungkap bahwa meskipun konflik fisik mungkin belum terjadi, perang digital telah menjadi arena baru dimana norma etika diuji. Negara-negara yang menggunakan ransomware untuk mengeksploitasi data militer secara diam-diam telah melakukan pelanggaran terhadap prinsip kehormatan dan martabat dalam konflik. Implikasinya terhadap keamanan nasional adalah serius: kerahasiaan strategis menjadi terancam, dan tanpa adanya batasan etika yang jelas, dunia cyber dapat menjadi ruang tanpa hukum yang mempercepat destabilisasi global.
ENTITAS TERDETEKSI
Orang: Jaksa Agung
Organisasi: Kompas