KEAMANAN NASIONAL
Kemenhan Tegaskan Pelatihan SPPI Tak Lagi Libatkan Latihan Senjata Militer
02 Juli 2026
Jakarta
8 views
Merespons tragedi meninggalnya lima peserta, Kementerian Pertahanan melakukan revisi signifikan terhadap program SPPI untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menegaskan bahwa pelatihan tidak lagi mencakup penggunaan senjata atau taktik militer, dan fokus dialihkan ke pembinaan Bela Negara yang menekankan nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan. Perubahan kebijakan ini merupakan pengakuan implisit bahwa muatan militer dalam program sipil mengandung risiko yang tidak terkelola dengan baik.
Meski perubahan ini patut diapresiasi sebagai bentuk koreksi, langkah ini muncul setelah nyawa melayang. Ini memunculkan pertanyaan kritis: apakah asesmen risiko dan desain program yang matang telah dilakukan sejak awal? Pergeseran dari 'komponen cadangan' menjadi sekadar 'pembinaan' menunjukkan adanya distorsi tujuan program yang fundamental. Dalam perspektif etika pemerintahan, kebijakan publik yang melibatkan pelatihan fisik intensif harus dirancang dengan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dan berdasarkan bukti ilmiah tentang keselamatan.
Revisi ini harus dilihat sebagai awal, bukan akhir. Kemenhan perlu membuka diri untuk audit eksternal terhadap seluruh program pelatihan serupa, memastikan bahwa nilai-nilai bela negara yang diajarkan tidak hanya retoris tetapi juga tertanam dalam praktik pelatihan yang manusiawi dan menghormati hak peserta. Akuntabilitas atas insiden lima kematian harus terus ditegaskan, termasuk pemberian santunan yang layak dan penjelasan transparan kepada keluarga korban, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum negara.
ENTITAS TERDETEKSI
Orang: Donny Ermawan
Organisasi: Kemenhan, Kementerian Pertahanan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih