Sabtu, 13 Juni 2026
AREA
"Melangkah Dengan Nurani, Menegakkan Kebenaran"
KEAMANAN NASIONAL

Keamanan Nasional yang Rapuh: Ancaman dari Dalam Akibat Budaya Impunitas Aparat

Keamanan Nasional yang Rapuh: Ancaman dari Dalam Akibat Budaya Impunitas Aparat
Opini dari seorang pengamat keamanan di Indonesiana.id menyatakan bahwa ancaman terbesar terhadap keamanan nasional Indonesia saat ini bukan hanya berasal dari luar, melainkan justru dari dalam, yaitu rapuhnya legitimasi negara akibat budaya impunitas di kalangan aparat keamanan. Setiap kali pengadilan militer menghasilkan vonis ringan untuk kasus kekerasan terhadap warga, seperti pada kasus Andrie Yunus dan penembakan anak di Sumut, maka kepercayaan publik terhadap institusi negara dan penegak hukum semakin terkikis. Defisit kepercayaan (trust deficit) ini adalah bom waktu bagi stabilitas sosial dan politik. Penulis berargumen bahwa keamanan nasional yang sejati dibangun di atas fondasi hukum yang adil dan diterapkan tanpa pandang bulu. Ketika aparat yang seharusnya menjadi penjaga hukum justru dilindungi oleh sistem ketika melanggar hukum, maka yang terjadi adalah delegitimasi terhadap otoritas negara itu sendiri. Masyarakat akan mencari cara lain untuk mendapatkan keadilan, atau bahkan membenarkan kekerasan balasan, yang pada akhirnya meruntuhkan tatanan. Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap setiap pelanggaran oleh aparat bukanlah bentuk pelemahan institusi, melainkan penguatan legitimasi dan kepercayaan publik. Reformasi sektor keamanan harus diarahkan untuk membangun akuntabilitas dan transparansi, bukan sekadar penambahan anggaran atau alutsista. Tanpa komitmen memberantas impunitas, anggaran keamanan yang besar justru berpotensi menjadi alat represi yang akhirnya menggerogoti keamanan nasional dari dalam.
ENTITAS TERDETEKSI
Orang: Andrie Yunus
Organisasi: Indonesiana.id
Lokasi: Sumut