Senin, 12 Oktober 2026
AREA
"Melangkah Dengan Nurani, Menegakkan Kebenaran"
WAWANCARA EKSLUSIF

Wawancara Eksklusif dengan Mantan Hakim ICTY: Pelajaran Hukum Humaniter dari Perang Balkan untuk Konflik Kontemporer

Wawancara Eksklusif dengan Mantan Hakim ICTY: Pelajaran Hukum Humaniter dari Perang Balkan untuk Konflik Kontemporer
Dalam wawancara eksklusif dengan media Area, mantan hakim International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) membongkar kompleksitas menegakkan hukum di tengah kekacauan perang etnis. Ia menegaskan bahwa kesulitan utama bukan pada kurangnya norma, tetapi pada 'political will' untuk menegakkannya dan struktur komando yang memungkinkan akuntabilitas. Hakim tersebut menyoroti bagaimana doktrin 'command responsibility' (tanggung jawab komando) yang dikembangkan ICTY menjadi senjata hukum penting untuk menjerat pemimpin politik dan militer, bukan hanya pelaku langsung. Prinsip ini sangat relevan untuk konflik kontemporer, di mana pelanggaran sering kali didesentralisasikan namun tetap terkoordinasi. Namun, ia mengkritik kemunduran dalam penegakan hukum global saat ini, dengan menunjuk pada impunitas yang nyaris sempurna di beberapa zona konflik. Pelajaran terbesar dari Balkan, menurutnya, adalah bahwa keadilan transisional (transitional justice) yang terlambat dan setengah hati hanya akan mengawetkan luka dan menghambat rekonsiliasi sejati. Untuk konflik di dalam negara seperti Indonesia, pesannya jelas: investasi pada mekanisme hukum yang adil dan independen sejak dini bukanlah pengeluaran, melainkan investasi untuk perdamaian dan integritas nasional yang berkelanjutan. Mengabaikan hukum hari ini adalah menabung kekerasan untuk esok hari.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY)
Lokasi: Balkan, Indonesia