Selasa, 13 Oktober 2026
AREA
"Melangkah Dengan Nurani, Menegakkan Kebenaran"
HUKUM & ETIKA

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'
Mahasiswa dan relawan medis membongkar dugaan pembingkaian opini oleh Polda DIY melalui unggahan video berjudul 'Fakta di Lapangan' terkait aksi demonstrasi di Yogyakarta, 1 September 2026. Massa menilai video tersebut menggiring opini publik dengan menyamakan botol berisi cairan penetralisir gas air mata—yakni campuran air dan Mylanta—sebagai cairan merica atau bahan berbahaya. Tindakan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk propaganda aparat yang mendiskreditkan gerakan sipil damai dengan narasi kriminal. Aliansi massa mendesak Kapolda DIY meminta maaf dan mengusut tuntas tindakan kekerasan aparat dalam kurun waktu 2x24 jam. Dari perspektif etika hukum, framing sepihak oleh aparat negara meruntuhkan prinsip akuntabilitas dan netralitas penegak hukum, serta berpotensi memicu kriminalisasi terhadap relawan kemanusiaan yang dilindungi oleh hukum humaniter. Institusi kepolisian wajib bersikap transparan dan proporsional dalam menyajikan fakta, bukan menciptakan narasi yang mengaburkan hak konstitusional warga negara untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Polda DIY, Aliansi massa
Lokasi: Yogyakarta, DIY