HUKUM & ETIKA
TAUD Kecam Impunitas Militer yang Makin Kuat Setelah Hukuman Diringankan
08 September 2026
Jakarta
13 views
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dengan lantang menyatakan bahwa serangan air keras kini dibalas dengan impunitas, setelah putusan banding meringankan hukuman empat pelaku militer. Pernyataan ini bukan hanya kritik terhadap vonis individu, melainkan sorotan tajam terhadap sistem peradilan yang gagal menjalankan mandatnya sebagai penegak keadilan dan pencegah kekerasan negara. TAUD menekankan bahwa selain empat terdakwa yang diproses, masih ada lebih dari 16 Orang Tak Dikenal (OTK) yang bebas berkeliaran, menunjukkan bahwa penyidikan oleh Polda Metro Jaya mandek dan tidak mengungkap keseluruhan rangkaian serangan. Situasi ini menggambarkan betapa lemahnya koordinasi dan komitmen penegakan hukum antara institusi kepolisian dan peradilan militer. Kebebasan para OTK tersebut menjadi simbol nyata dari lingkaran impunitas yang melindungi aktor-aktor di balik layar, sekaligus mengirim pesan berbahaya bahwa kekerasan terhadap aktivis dapat dilakukan dengan konsekuensi hukum yang minimal. Kasus Andrie Yunus menjadi cermin retak dari sistem hukum Indonesia yang masih membiarkan ruang gelap bagi kekerasan negara yang tidak dipertanggungjawabkan.
ENTITAS TERDETEKSI
Orang: Andrie Yunus
Organisasi: TAUD, Polda Metro Jaya, Peradilan Militer
Lokasi: Indonesia